HIBURAN

Selamat datang di Blog Hiburan, tersedia beberapa cerpen bertema dunia remaja yang akan memberikan sedikit refresing. Happy Reading.
Join us on



Ketika Merpati Menyampaikan Salamnya

            Sahabat adalah teman yang paling dekat dalam hidup kita. Sahabat selalu mengerti dan menerima kekurangan kita. Setiap orang pasti memiliki sahabat, salah satunya adalah ibu. Ibu adalah orang yang pertama kali mendekap hangat tubuh kita saat pertama hidup ke dunia. Beliaulah yang membesarkan dan mendidik kita hingga seperti ini. Beliau juga orang pertama yang mau mendengar keluh kesah yang kita rasakan, hingga keluarlah untaian kata yang bermakna dari bibirnya.
            Selain seorang ibu, aku juga memiliki sahabat yang baik. Namun sayangnya sekarang aku tak akan pernah bisa bertemu dengannya. Kini dia tinggal di Pulau lain yaitu Pulau Kalimantan, pulau yang lumayan jauh dari jangkauanku. Andai saja dia tidak ikut pindah kesana, pasti aku tidak akan merasakan kehilangan sosoknya.
            Pertanyaan besar yang masih tersimpan di hatiku, akankah dia kembali untukku?
Aku pun tak tahu.
            Aku sangat senang jika disuruh bernostalgia, memutar kisah masalalu. Apalagi kisah tentang sahabatku. Aku suka menceritakan pada teman-temanku dari awal aku kenal dengan dia hingga perpisahan yang terjadi diantara kami.
            Panggil saja aku Putri Kucing. Itulah panggilan sayang yang diberikan sahabatku padaku. Pangeran Merpati, begitulah aku memanggilnya. Ada alasan yang terselip dari masing-masing panggilan yang kami gunakan.
            Dia memanggilku dengan sebutan Putri Kucing karena aku menyukai hewan yang bersuara meong itu. Begitu juga dengannya, aku memilih panggilan Pangeran Merpati untuknya karena dia adalah pecinta merpati. Dia sangat menyukai burung lambang kesetiaan dan cerdas itu.
            Kami tidak tinggal di desa yang sama, melainkan di desa yang berbeda dengan jarak yang terpaut sekitar 2 km. Aku tinggal di Desa Joho, sedang dia tinggal di Desa Silir. Kedua desa ini masih dalam satu kecamatan yaitu Wates, Kabupaten Kediri.
            Kenal dengan seorang Pangeran Merpati bukanlah hal yang direncana. Pertemuan pertama kami adalah ketika aku berkunjung ke sekolahnya untuk mengikuti Olimpiade Matematika tingkat SD, se-Kecamatan pada tanggal 1 Mei 2010. Waktu itu dia sebagai salah satu panitia di sekolahnya yang bertugas memberikan daftar hadir pada peserta. Aku masih ingat ketika dia menghampiriku dengan langkah malu-malu untuk memintaku menandatangani daftar hadir.
“Mbak, mohon tanda tangan di sini.” Katanya perlahan padaku sambil menunjuk kolom yang kosong.
Ketika hendak kucoretkan penaku di atas kertasnya, tiba-tiba pena yang aku genggam terjatuh. Spontan dia mengambilkan pena itu untukku. Aku pun tersenyum manis dan berterimakasih padanya.
            Seusai acara itu, dia menemuiku di parkiran sepeda ketika aku hendak pulang. Bersama dua orang temanya dia melangkah malu-malu ke arahku.
“Hai Mbak, boleh kenalan?”
“Boleh.”
“Aku Radit. Kamu?” (Dia menjulurkan tangan)
“Aku Yasmin.” (Aku menjabat tangannya)
            Rasa malu sempat meliputiku kala itu, sebab tak ada satupun temanku yang menemaniku. Sebelum aku meninggalkan area itu, dia sempat meminta nomor Hp-ku. Dengan polosnya aku memberikannya.
            Sebagai anak yang masih duduk di bangku SD, aku dan dia belum mengerti yang namanya cinta. Isi dari SMS yang dia kirimkan hanya sekedar lelucon dan basa-basi.
            Hubungan pertemananku dengannya tetap berlanjut layaknya teman satu kelas. Dia sering bermain ke rumahku untuk belajar dan bermain bersama begitu pula sebaliknya. Orang tuaku dan orang tuanya tidak menganggap itu berlebihan. Mereka mengerti bahwa aku dan Radit adalah teman layaknya anak kecil yang berteman biasa.
            Pernah dia menanyakan padaku tentang pacaran. Aku sedikit terkejut mendengar pertanyaannya. Tak hanya itu, dia juga mengajak aku pacaran sebelum aku menjawab pertanyaan darinya.
“Aku pengen tahu pacaran itu apa sih, mau gak kamu pacaran sama aku?” katanya polos.
“Kata ibuku anak kecil seperti kita tidak boleh pacaran bolehnya sahabatan karena pacaran itu dosa. Kamu mau dosa terus masuk neraka?”
“Enggak. Ya sudah kita sahabatan saja ya.” Pintanya.
“Ok.”
Semenjak itulah kami berdua bersahabat.
            Mungkin sifat kami berdua berbeda dengan anak zaman sekarang. Di masa SD-ku dulu, aku memang belum tahu persis tentang cinta apalagi pacaran. Namun, anak-anak TK zaman sekarang sudah saling  ejek antar teman soal pacar. Sungguh berbeda jauh bukan?
            Aku ingat betul detik-detik setiap pergantian akhir pekan. Tiap malam di hari Sabtu dan Minggu dia sering membawakanku jagung untuk kami bakar berdua di halaman rumahku. Terkadang sesekali keluargaku juga menemaniku bakar jagung bersama Radit.
            Asap mengepul dari arang yang membara. Aroma jagung yang sedap dan dinginya angin malam menjadikan setiap malam di akhir pekan penuh sensasi luar biasa. Hal ini lah yang akan aku rindukan jika dia pergi jauh dariku.
            Ujian Nasional untuk anak SD telah usai. Hasilnya pun juga telah tergenggam tangan. Saatnya bagiku dan Radit untuk mencari sekolah baru di tingkat SMP. Pagi di hari Senin, aku menunggunya di depan rumah, karena dia berjanji akan daftar sekolah bersamaku.
            15 menit lamanya aku menunggu, batang hidungnya tak kunjung muncul. Aku mencoba menelponya namun nomornya tidak aktif. Di tengah kegelisahanku menunggu jawaban dari radit datanglah seekor merpati yang nampak seperti merpati melik Radit. Aku pun mendekati merpati itu dan memperhatikan dengan seksama. “Ini benar merpati Radit.”
            Kulihat ada sepucuk kertas yang terikat di kaki merpati itu. Perlahan aku menangkap dan mengambil kertas di kakinya. Perlahan aku baca dengan penuh perasaan.
“Untuk Putri Kucing, aku minta maaf karena aku tidak bisa menepati janjiku untuk daftar sekolah bersamamu. Aku harus pergi ke Kalimantan bersama keluargaku dan pindah disana. Ini semua diluar kehendakku tak pernah terencana sebelumnya. Aku tak tahu apakah kita akan bertemu lagi. Yang jelas aku akan merindukan saat-saat indah
bersamamu. Oh iya, aku titip merpatiku padamu, jaga dia baik-baik. Aku sayang kamu Putri Kucing. Salam Pangeran Merpati.” Begitulah salam terakhir darinya untukku.


Share this:

ABOUTME

Hi all. This is deepak from Bthemez. We're providing content for Bold site and we’ve been in internet, social media and affiliate for too long time and its my profession. We are web designer & developer living India! What can I say, we are the best..

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar